IT TheChurch - шаблон joomla Авто
  1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

DKP Jajaki Pengolahan Sampah Menjadi Batu Bata


Ide atau terobosan itu tercetus saat Kepala DKP Gianyar, I   Wayan Kujus Pawitra, Kamis (5/3) menerima 3 peneliti asal Bandung yang memberikan penawaran kepada Pemkab Gianyar berupa pengelolaan sampah tanpa sisa dan mengolahnya menjadi briket hingga batu bata.

Ketiga peneliti yang diterima di Kantor DKP Gianyar itu, adalah Budi Listyawan, Nana Priatna dan Dewi Nurhidayati.

Budi Listyawan menyampaikan bahwa pihaknya mampu mengolah sampah-sampah organik maupun bukan organik menjadi briket hingga batu bata untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Apalagi, Gianyar memiliki TPA Temesi yang mendapat kiriman sampah tiap hari, perlu tambahan bantuan untuk melakukan daur ulang sampah.

Namun demikian, pihaknya perlu melakukan survei dan kajian lebih lanjut mengenai produksi sampah dalam sehari sehingga diketahui jumlah briket dan batu bata yang bisa dihasilkan. “Ini baru awal penawaran dan tentu ada tahap uji coba untuk mendapatkan data yang valid,” terangnya.

Dijelaskan, secara umum teknik pengolahan sampah organik maupun anorganik diolah dengan cara pembakaran sehingga menghasilkan abu. Abu inilah yang dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat batu bata. Abu tersebut diayak dan dicampur dengan formula tertentu sehingga menjadi adonan batu bata, kemudian dicetak dan dikeringkan. Dari proses tersebut diperoleh batu bata yang secara kualitas tidak jauh berbeda dengan batu bata yang dibuat dari tanah liat atau pasir.

Sementara Kepala DKP Wayan Kujus Pawitra mengungkapkan, pertemuan ini sebagai upaya atau inovasi untuk menanggulangi masalah sampah di Gianyar. Selama ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya, diantaranya mengolah sampah menjadi pupuk hingga membentuk bank sampah.

Ditambahkan, kerja sama yang ditawarkan oleh peneliti asal Bandung itu masih akan dikaji terlebih dahulu dan melakukan survei. "Tentunya kita akan mensurvei dahulu, untuk melihat keuntungan, dampak dan lahan yang dibutuhkan," katanya.

Dikatakan, keberadaan sampah di Kabupaten Gianyar sudah sangat memprihatinkan. Per hari ada 1.400 meter kubik sampah yang harus ditangani. Untuk itu DKP mengajak seluruh warga dan swasta ikut berpartisipasi menangani masalah tersebut. Sebab, masalah sampah tidak akan bisa diselesaikan pemerintah saja, melainkan harus dilakukan berbagai kalangan.

Who's Online

We have 16 guests and no members online